Di Putrajaya, pelajar Bangladesh lolos dari tiang gantungan karena menyelundupkan ganja seberat 3,8 kg |  Malaysia
Malaysia

Di Putrajaya, pelajar Bangladesh lolos dari tiang gantungan karena menyelundupkan ganja seberat 3,8 kg | Malaysia

Sebuah panel beranggotakan tiga orang yang dipimpin oleh Hakim Datuk Hanipah Farikullah, memutuskan bahwa banding yang diajukan oleh Mohammad Habibul Hassan Khan layak dan penuntut telah gagal membuktikan unsur pengetahuan dalam kasus tersebut.  — Gambar oleh Miera Zulyana
Sebuah panel beranggotakan tiga orang yang dipimpin oleh Hakim Datuk Hanipah Farikullah, memutuskan bahwa banding yang diajukan oleh Mohammad Habibul Hassan Khan layak dan penuntut telah gagal membuktikan unsur pengetahuan dalam kasus tersebut. — Gambar oleh Miera Zulyana

PUTRAJAYA, 25 Nov — Seorang mahasiswa teknik Bangladesh berusia 26 tahun dari sebuah universitas swasta lolos dari tiang gantungan setelah Pengadilan Banding hari ini mengesampingkan keyakinan dan hukuman matinya karena menyelundupkan 3.875,66 gram ganja empat tahun lalu.

Sebuah panel beranggotakan tiga orang yang dipimpin oleh Hakim Datuk Hanipah Farikullah, memutuskan bahwa banding yang diajukan oleh Mohammad Habibul Hassan Khan layak dan penuntut telah gagal membuktikan unsur pengetahuan dalam kasus tersebut.

Hakim Hanipah dalam putusannya mengatakan, meski ditemukan tas berisi narkoba di kamar asramanya, Mohammad Habibul dalam pembelaannya mengatakan tas itu milik mahasiswa lain bernama Jawad.

“Mahasiswa ini (Jawad), yang tinggal di luar universitas, bunuh diri sehari setelah pemohon ditangkap dengan tas.

“Hakim sidang tidak menerima bukti ini dan hanya mengesampingkannya sebagai penyangkalan dan renungan,” kata Hakim Hanipah yang duduk bersama Hakim Datuk Che Mohd Ruzima Ghazali dan Datuk Seri Mariana Yahya.

Hakim Hanipah lebih lanjut mengatakan hakim sidang melakukan kesalahan fakta dan hukum karena pengakuan pemohon kepada sipir asrama Shazereen Kamaruddin tidak dapat diterima karena hakim sidang tidak mengajukan pertanyaan yang tepat.

“Ada penyesatan karena hakim gagal menilai apakah Mohammad Habibul memang membuat pengakuan kepada Shazereen,” katanya.

Mohammad Habibul telah mengajukan banding atas keputusan Pengadilan Tinggi Shah Alam yang menjatuhkan hukuman mati pada 10 April 2019, setelah ia dinyatakan bersalah atas tuduhan perdagangan narkoba di kamar asramanya di universitas di Semenyih, sekitar pukul 4 sore pada bulan Desember. 10, 2017.

Dia didakwa berdasarkan Bagian 39B (1) (a) dari Undang-Undang Narkoba Berbahaya 1952 yang membawa hukuman mati wajib jika terbukti bersalah.

Sebelumnya, kuasa hukum Hisyam Teh Poh Teik, yang didampingi Datuk N. Sivananthan dan Nabila Habib, menyampaikan bahwa kesaksian Shazereen dalam pengakuannya tidak didukung oleh saksi penuntut lainnya.

Wakil Jaksa Penuntut Umum Nurul Farhana Khalid menyampaikan ada banyak bukti bahwa Mohammad Habibul memiliki hak asuh, kontrol dan pengetahuan obat-obatan yang diberikan oleh Jawad. — Bernama

Posted By : togel data hk