Johor exco mengungkapkan lebih dari 1.000 bisnis tutup, menyebabkan lebih dari 12.000 pekerja kehilangan pekerjaan karena Covid-19 |  Malaysia
Malaysia

Johor exco mengungkapkan lebih dari 1.000 bisnis tutup, menyebabkan lebih dari 12.000 pekerja kehilangan pekerjaan karena Covid-19 | Malaysia

Mohd Izhar mengatakan bahwa 739 pengusaha menghentikan operasi bisnis mereka tahun lalu, sementara 264 lainnya melakukannya tahun ini.  — Foto Bernama
Mohd Izhar mengatakan bahwa 739 pengusaha menghentikan operasi bisnis mereka tahun lalu, sementara 264 lainnya melakukannya tahun ini. — Foto Bernama

ISKANDAR PUTER, 25 Nov — Sebanyak 1.003 pengusaha di Johor menghentikan usahanya sejak pandemi Covid-19 melanda Tanah Air tahun lalu.

Hal ini pada gilirannya telah menyebabkan 12.231 pekerja diberhentikan, majelis legislatif Johor mendengar hari ini.

Ketua Komite Investasi Negara, Pengembangan Pengusaha dan Sumber Daya Manusia Datuk Mohd Izhar Ahmad mengatakan bahwa 739 pengusaha menghentikan operasi bisnis mereka tahun lalu.

Sisanya 264 adalah mereka yang berhenti beroperasi tahun ini hingga saat ini.

“Selama periode yang sama, total 12.231 pekerja terkena dampak atau PHK, termasuk mereka yang terlibat dalam penutupan operasi atau bisnis majikan masing-masing.

“Berdasarkan laporan penghematan oleh Departemen Tenaga Kerja Johor, 9.512 pekerja kehilangan pekerjaan mereka tahun lalu dan hingga saat ini 2.719 pekerja kehilangan pekerjaan mereka tahun ini,” kata Mohd Izhar dalam pidato penutupannya.

Namun dia juga mengatakan lebih dari 6.000 kesempatan kerja ditawarkan dan disediakan bagi pencari kerja, pengangguran, dan mereka yang di-PHK.

“Namun, hanya 533 orang yang berhasil mendapatkan pekerjaan melalui pelaksanaan Program Pelatihan Keterampilan Johor, Program Karir Johor dan pengumuman lowongan di platform media sosial departemen,” katanya menanggapi pertanyaan dari Md Ysahrudin Kusni (PH- Bukit Naning).

Mohd Izhar, yang juga anggota dewan Larkin, menambahkan, sebanyak 27.410 pekerja lokal juga berhasil mendapatkan pekerjaan di bawah Sistem Asuransi Ketenagakerjaan yang dilakukan oleh Organisasi Jaminan Sosial (Socso) dari 15 Juni tahun lalu hingga 5 November tahun ini.

“Sebanyak 25.221 pekerja lainnya mengikuti program pelatihan di bawah inisiatif untuk periode yang sama,” katanya.

Mohd Izhar mengatakan ada 40.149 lowongan yang ditawarkan di Johor hingga 29 Oktober tahun ini, terdiri dari 17.881 lowongan di sektor manufaktur dan 5.081 lowongan di sektor akomodasi, diikuti 2.965 lowongan di sektor transportasi.

“Sektor jasa pendukung menawarkan 2.863 lowongan, sementara 2.577 lowongan ditawarkan untuk sektor grosir dan eceran.

“Sementara itu, ditawarkan 2.499 lowongan untuk sektor profesional seperti sekretaris, juru tulis dan asisten akuntan, serta lowongan di bidang lain,” kata Mohd Izhar.

Posted By : togel data hk