Memajukan agenda pertumbuhan hijau yang penting bagi bangsa dan kesejahteraan rakyat, kata PM |  Malaysia
Malaysia

Memajukan agenda pertumbuhan hijau yang penting bagi bangsa dan kesejahteraan rakyat, kata PM | Malaysia

Perdana menteri menambahkan bahwa pengarusutamaan keberlanjutan sangat penting dalam memastikan kelancaran transisi ke ekosistem yang lebih hijau.  — Foto Bernama
Perdana menteri menambahkan bahwa pengarusutamaan keberlanjutan sangat penting dalam memastikan kelancaran transisi ke ekosistem yang lebih hijau. — Foto Bernama

KUALA LUMPUR, 25 Nov — Memajukan agenda pertumbuhan hijau sangat penting dalam mencapai pemberdayaan ekonomi, kelestarian lingkungan dan inklusi sosial, kata Perdana Menteri Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob.

“Dalam mewujudkan lingkungan yang hijau dan berkelanjutan, pemerintah tetap perlu menjalankan strategi yang pragmatis dan tepat untuk mengentaskan kemiskinan, kelaparan, dan ketimpangan yang ekstrem,” katanya saat menyampaikan statemen Malaysia pada KTT Asia-Eropa ke-13 (ASEM13) yang diadakan hampir dari sini, hari ini.

Karena itu, ia berharap negara-negara maju akan terus mendukung dan memberikan bantuan teknis dan transfer teknologi ke negara-negara berkembang dalam program-program hijau dan berkelanjutan.

Perdana menteri menambahkan bahwa pengarusutamaan keberlanjutan sangat penting dalam memastikan kelancaran transisi ke ekosistem yang lebih hijau.

Mengutip tindakan Malaysia dalam mempromosikan kebijakan pertumbuhan hijau dan berkelanjutan, dia mengatakan pada bulan September pemerintah Malaysia telah meluncurkan Rencana Malaysia Keduabelas yang secara praktis menyelaraskan prioritas pembangunan nasional dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dari Agenda 2030.

“Kami mengadopsi pendekatan seluruh bangsa dalam implementasi SDGs. Dengan fokus “tidak meninggalkan siapa pun”, pelokalan inisiatif SDGs harus diintensifkan.

“Peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat sangat penting dalam mengimplementasikan SDGs di tingkat lokal,” katanya.

Malaysia juga mengumumkan komitmennya untuk menjadi Negara Emisi Gas Rumah Kaca Net-Zero paling cepat pada tahun 2050.

ASEM terdiri dari 21 negara Asia, 28 negara Uni Eropa, dua negara Eropa, Sekretariat Asean dan Komisi Eropa. ASEM adalah proses antar pemerintah yang didirikan pada 1 Maret 1996 untuk mendorong dialog dan kerjasama antara Asia dan Eropa.

Malaysia bergabung dengan ASEM pada tahun 1996 dan sejak itu secara aktif berpartisipasi dalam semua inisiatif ASEM yang menguntungkan kedua wilayah.

Tema tahun ini, “Memperkuat Multilateralisme untuk Pertumbuhan Bersama”, sejalan dengan upaya ASEM saat ini dalam mengatasi tantangan global yang mendesak melalui kerja sama dialog yang efektif.

ASEM 13 dua hari diketuai oleh Kamboja. — Bernama

Posted By : togel data hk