Perwakilan Bengkoka mengatakan bekerja untuk mengamankan dana untuk kapal yang lebih besar, jaket pelampung untuk siswa di Pitas |  Malaysia
Malaysia

Perwakilan Bengkoka mengatakan bekerja untuk mengamankan dana untuk kapal yang lebih besar, jaket pelampung untuk siswa di Pitas | Malaysia

Para siswa dalam perjalanan menuju sekolah di SK Mangkapon, Pitas ini tidak memiliki pengaman dasar saat menaiki perahu rompi pengaman.  Gambar melalui Facebook/A Korn Korn
Para siswa dalam perjalanan menuju sekolah di SK Mangkapon, Pitas ini tidak memiliki pengaman dasar saat menaiki perahu rompi pengaman. Gambar melalui Facebook/A Korn Korn

KOTA KINABALU, 15 Jan Ratusan siswa mempertaruhkan nyawa untuk berangkat ke sekolah menggunakan perahu kecil tanpa menggunakan jaket pelampung di Pitas, bagian utara Sabah.

Seorang pengguna Facebook ‘A Korn Korn’, telah membagikan penderitaan para siswa ini di media sosial karena tidak adanya tindakan oleh pihak berwenang selama lebih dari setahun.

“Kepada pihak yang berwenang, kami tidak punya pilihan selain viralkan kasus ini karena sudah lebih dari satu tahun tidak ada tindakan tolong, di mana pemerintah dan LSM (lembaga swadaya masyarakat) memberi kami perahu yang lebih besar dan jaket keselamatan. Jangan menunggu sampai terlambat,” tulis pengguna tersebut.

Lebih lanjut ‘A Korn Korn’ menjelaskan bahwa para siswa SD (dalam gambar yang dibagikan di Facebook) sedang dalam perjalanan menuju sekolah mereka, SK Mangkapon, Pitas.

Saat dihubungi oleh Pos Kalimantan kemarin, anggota dewan Bengkoka Harun Durabi menunjukkan bahwa sungai memainkan peran integral dalam menghubungkan masyarakat pedesaan Pitas ke dunia luar.

Harun mengatakan bahwa masyarakatnya telah menggunakan sungai untuk berkomunikasi dengan dunia luar sejak dahulu kala.

“Begitulah selama ini,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa banyak desa di daerah pemilihannya tidak terjangkau melalui jalan darat, dan begitu banyak masyarakat yang tinggal di tepi sungai.

Harun, yang juga Wakil Menteri Desa Sabah, mengatakan pihaknya sedang mengupayakan dana untuk pengadaan perahu yang lebih besar untuk melayani masyarakat serta jaket pelampung untuk anak-anak sekolah yang harus menggunakan perahu untuk pergi ke sekolah.

“Saya harus mendapatkan jumlah pasti anak sekolah untuk jaket pengaman. Saya akan segera mengunjungi mereka,” ujarnya saat dimintai komentar terkait nasib anak-anak sekolah di Pitas.

Seorang komentator posting Facebook, ‘Antinhumairah Osman’ berbagi bahwa dia telah mengalami insiden di mana perahu pompa yang dia tumpangi menabrak rawa bakau dan semua orang di dalamnya harus melompat dari kapal.

“Saya tidak bisa berenang. Untung saya bisa berpegangan pada akar pohon bakau, kalau tidak saya akan mati,” katanya.

Dia mengatakan bahwa dia masih mahasiswa pada waktu itu.

Dia menambahkan, dulu ada jembatan tetapi tidak bisa digunakan lagi karena sudah rusak.

Baru-baru ini, foto siswa SK Sibuga Besar di Kampung Nelayan Tengah Sandakan melintasi jembatan gantung bobrok di hari pertama sekolah menjadi viral baru-baru ini.

Wakil Ketua Menteri Sabah Datuk Seri Bung Moktar Radin telah menginstruksikan Dewan Kota Sandakan untuk memperbaiki jembatan untuk memastikan keselamatan semua pengguna. Borneo Post

Posted By : togel data hk